MEDANDAILYNEWS - Membanggakan! Sebanyak 24 siswa SMA Yayasan Pendidikan Shafiyyatul Amaliyyah (YPSA) Medan berhasil meraih empat medali emas dalam ajang internasional 8th World Invention, Competition, and Exhibition (WICE) 2026 yang berlangsung di SEGi University, Kuala Lumpur, Malaysia, pada 19–24 September 2026.
Kepala SMA YPSA Dahliana mengatakan bahwa prestasi tersebut diraih melalui empat tim inovasi yang masing-masing berhasil membawa pulang medali emas setelah mempresentasikan karya unggulan mereka dalam kompetisi penemuan dan inovasi tingkat dunia.
“Keempat tim SMA YPSA Medan menghadirkan inovasi yang mengangkat isu lingkungan, teknologi pemantauan hutan, keamanan pangan, hingga pemanfaatan limbah menjadi produk bernilai guna”.
Tim pertama yang terdiri atas Arsy Camilla Leviza, Fayza Bashirah Yasmine, Humaira Syahputri Lubis, Kamila Syifa Br Silalahi, Neisha Nafisah Ilmi, dan M. Fathan Rifqi Rangkuti berhasil meraih medali emas melalui inovasi Cigadur Ecofold: Upcycling Cigarette Waste and Durian Peel Fiber Into Sustainable Plantable Origami.
Cigadur Ecofold merupakan inovasi kertas origami ramah lingkungan yang dibuat melalui proses upcycling, dengan memanfaatkan campuran limbah puntung rokok dan serat kulit durian.
Medali emas berikutnya diraih oleh tim Dimas Andika Utama, Alika Alfindy Ramadhani, Nazla Aurora Avysha, Mhd. Hadid Luthfi Kahfi, Syarifah Taqiyya, dan Alifia Rofifah Bilqis Siregar melalui produk FORESIGHT (Forest Observation for Environmental Response Against Illegal Logging and Wildlife Threats).
FORESIGHT merupakan node pemantauan hutan berbiaya rendah yang dirancang untuk membantu mendeteksi aktivitas manusia, kebakaran, dan perubahan temperatur di titik-titik akses strategis kawasan hutan.
Tim ketiga yang beranggotakan Ahmad Rasyid Siregar, Gavin Delmora Siregar, Keisya Pani Br Ginting, Muhammad Fatih Ghani, Mutia Raisa Ilham, dan Raja Dafa Marnaek Ritonga sukses meraih medali emas melalui inovasi Chromatix: Innovation of Bio-Based Smart Sticker from Dragon Fruit Waste, Purple Sweet Potato, and Salam Leaf Extract for Real-Time Food Quality Sensing. CHROMATIX merupakan inovasi stiker pintar untuk kemasan pangan yang dirancang memantau kesegaran makanan secara real-time sekaligus membantu mencegah pembusukan dini.
Medali emas keempat dipersembahkan oleh tim Mutiara Namira Riady, Ray Konen, Raffa Agung Junaedi, M. Ali Chaidar, Hanif Muhammad Zafir, dan Alfarizq Balthazar Oloan Nst melalui produk FruitGuard: A Biodegradable Fruit Protection Cover Made from Banana Pseudostem Fiber as an Eco-Friendly Alternative to Plastic Fruit Bags. FruitGuard merupakan lembaran pelindung buah ramah lingkungan yang terbuat dari bahan alami, termasuk serat batang semu pisang dan pati kulit pisang.
Kepala Pendidikan dan IT YPSA Bagoes Maulana mengatakan Keberhasilan empat tim SMA YPSA Medan dalam WICE 2026 menjadi pencapaian membanggakan sekaligus bukti semangat siswa dalam mengembangkan ide kreatif dan solusi inovatif terhadap berbagai persoalan lingkungan dan kehidupan sehari-hari.
“Keikutsertaan dalam ajang internasional ini merupakan bagian dari upaya sekolah mendorong kreativitas, kemampuan riset, inovasi, serta keterampilan presentasi siswa di hadapan peserta dari berbagai negara”, ujarnya.
“Ini merupakan bagian dari ikhtiar kami untuk menjadikan SMA YPSA sebagai sekolah unggulan di Kota Medan dan Sumatera Utara, serta menjadi pilihan terbaik bagi siswa dan orang tua,” tegasnya.
Empat tim, empat inovasi, dan empat medali emas menjadi catatan prestasi SMA YPSA Medan dalam panggung inovasi internasional WICE 2026.

Posting Komentar untuk "Bawa 4 Inovasi, 24 Siswa SMA YPSA Medan Borong 4 Medali Emas di WICE 2026 Malaysia"