MEDANDAILYNEWS - Ketua Umum Yayasan Pendidikan Shafiyyatul Amaliyyah (YPSA) Ummi Rahmawaty didampingi Pembina YPSA Buya Sofyan Raz secara resmi melepas kegiatan Edutour siswa SMP YPSA Tahun Pelajaran 2025–2026 ke Siantar Zoo atau Taman Hewan Pematangsiantar (THPS), Kamis (15/1/2026).
Dalam sambutannya, Ummi Rahmawaty berharap kegiatan edutour ini dapat menambah wawasan siswa tentang dunia satwa sekaligus menumbuhkan rasa kasih sayang terhadap seluruh makhluk ciptaan Allah SWT.
“Semoga siswa-siswi SMP YPSA mendapatkan pengetahuan tentang hewan dan semakin menyayangi makhluk ciptaan Allah SWT, serta dapat menikmati perjalanan edutour ini,” ujarnya.
Kepala SMP YPSA Linda Haryati menjelaskan, edutour ke Taman Hewan Pematangsiantar bukan sekadar kegiatan rekreasi, melainkan bagian dari program eduwisata yang dirancang untuk mengenalkan siswa pada satwa langka serta sistem pemeliharaan dan perawatan fauna.
“Peserta edutour terdiri dari siswa dan guru pendamping yang berangkat menggunakan tujuh bus pariwisata menuju Pematangsiantar. Setibanya di lokasi, siswa dibagi dalam kelompok edukasi dan dibimbing langsung oleh tim manajemen THPS,” jelas Linda.
Sesampainya di THPS, Kepala SMP YPSA menyerahkan cenderamata kepada perwakilan pimpinan Taman Hewan Pematangsiantar. Kegiatan dilanjutkan dengan menyaksikan pertunjukan animal show yang dipandu oleh staf dan pawang satwa THPS.
Usai menyaksikan pertunjukan, seluruh peserta melaksanakan salat berjamaah dan makan siang bersama. Selanjutnya, siswa mengikuti kegiatan observasi dengan berkeliling area taman hewan yang dipandu langsung oleh staf THPS.
Pihak THPS menyampaikan bahwa taman hewan yang dikelola oleh tokoh Indonesia DR. H. Rahmat Shah ini memiliki ratusan satwa dengan koleksi terbaik dan terbanyak di Pulau Sumatera.
“Macan, harimau, hingga singa Afrika menjadi daya tarik utama bagi peserta edutour. Seluruh satwa dan tumbuhan dirawat dengan baik,” ujar staf THPS.
Diketahui, Taman Hewan Pematangsiantar pertama kali dibuka pada 27 November 1936 dan merupakan taman hewan tertua keempat di Indonesia setelah Surabaya, Bukittinggi, dan Bandung. Dengan luas sekitar 4,5 hektare, THPS mengoleksi sekitar 240 spesies satwa dengan total lebih kurang 900 ekor, di luar spesies ikan.
Sementara itu, Kepala Departemen Pendidikan dan IT YPSA, Bagoes Maulana, M.Kom., menegaskan bahwa program Edutour lokal SMP YPSA rutin dilaksanakan setiap tahun dan terus ditingkatkan dari segi pelayanan maupun tujuan pembelajarannya.
“Ini merupakan bentuk ikhtiar kami untuk menjadikan SMP YPSA sebagai sekolah terbaik di Kota Medan dan Sumatra Utara, serta menjadi pilihan tepat bagi siswa dan orang tua,” tegasnya.

Posting Komentar untuk "Bukan Study Tour Biasa, Ini yang Membuat Edutour SMP ini Berbeda"