MEDAN — Prestasi membanggakan kembali ditorehkan siswa-siswi Yayasan Pendidikan Shafiyyatul Amaliyyah (YPSA). Sebanyak 24 siswa SMA YPSA yang tergabung dalam empat tim delegasi berhasil meraih dua medali emas dan dua medali perak pada ajang International Science and Invention Fair (ISIF) 2026.
Kompetisi internasional yang berlangsung pada 12–18 Oktober 2026 di Balai Purnomo, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Indonesia, tersebut menjadi panggung bagi para siswa untuk menunjukkan kreativitas dan kemampuan riset melalui inovasi di bidang lingkungan dan energi berkelanjutan.
Dua medali emas diraih oleh tim AEROVOLT dan CigPalm Absorber. AEROVOLT mengembangkan prototipe penyaring udara portabel dengan teknologi ionisasi, penyaringan elektrostatis, dan karbon aktif dari cangkang inti sawit untuk membantu mengurangi partikel halus PM2.5 di dalam ruangan saat kabut asap.
Sementara itu, CigPalm Absorber menghadirkan material komposit penyerap minyak yang memanfaatkan serat puntung rokok bekas dan tandan kosong kelapa sawit, dengan lignin serta kitosan sebagai komponen pendukung. Inovasi ini mengusung pemanfaatan limbah menjadi material fungsional yang berpotensi membantu penanganan pencemaran minyak di perairan.
Adapun dua medali perak dipersembahkan oleh tim SHELL-AMIC dan VOLTANICA.
SHELL-AMIC mengembangkan keramik penyerap karbon dioksida (CO₂) berbasis limbah cangkang telur dan cangkang kerang. Material tersebut dirancang untuk menangkap CO₂ dan berpotensi digunakan kembali melalui proses regenerasi.
Sementara itu, VOLTANICA mengembangkan baterai berbasis elektrolit alami, seperti asam jawa dan jeruk nipis, dengan elektroda aluminium dan grafit. Inovasi ini mengeksplorasi pemanfaatan bahan yang mudah diperoleh sebagai alternatif teknologi energi.
Kepala SMA YPSA, Dahliana, menyampaikan bahwa pencapaian tersebut menjadi bukti kreativitas, kemampuan riset, dan semangat inovasi siswa dalam menghasilkan karya ilmiah yang berorientasi pada penyelesaian persoalan nyata di masyarakat.
Menurutnya, keempat tim menghadirkan gagasan berbeda dengan semangat yang sama, yakni memanfaatkan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk menghasilkan solusi yang lebih berkelanjutan.
Senada dengan itu, Kepala Pendidikan dan IT YPSA, Bagoes Maulana, mengapresiasi perjuangan para siswa serta pendampingan guru pembimbing selama proses penelitian dan pengembangan inovasi.
Ia berharap prestasi di ISIF 2026 dapat memotivasi siswa untuk terus mengembangkan potensi diri, memperluas wawasan ilmiah, serta berani berkompetisi di tingkat nasional maupun internasional.
Keberhasilan ini sekaligus memperkuat komitmen YPSA dalam mendorong pembelajaran berbasis riset, berpikir kritis, kolaborasi, dan inovasi. Melalui karya-karya tersebut, siswa tidak hanya berkompetisi untuk meraih prestasi, tetapi juga belajar menghadirkan gagasan yang relevan dengan tantangan lingkungan dan kebutuhan masyarakat.

Posting Komentar untuk "24 SISWA SMA YPSA RAIH 2 EMAS DAN 2 PERAK DI AJANG INTERNASIONAL ISIF 2026"